CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 15

BENGKEL PAK YUSUF DAAN MOGOT

Bengkel motor Pak Yusuf di pinggir Daan Mogot. Tiga mesin las, satu apparat pekerja, satu kucing oranye yang tidak punya nama tapi tahu kapan jam makan.

Bengkel motor Pak Yusuf berdiri di pinggir Jalan Daan Mogot sejak 1993. Dulu dia kerja sebagai mekanik di showroom Honda — keluar tahun 1992 karena gaji tidak sebanding dengan kerjanya, buka bengkel sendiri di garasi kontrakan.

Sekarang bengkelnya sederhana: tenda tarpaulin biru-orange yang sudah sering ditambal, tiga lantai semen, dua mesin las, satu kompresor angin, dan delapan kursi plastik untuk pelanggan yang menunggu.

Karyawannya satu: Aji, 28-an, anak Pak Yusuf yang menggantikan kakak laki-lakinya (sudah pindah ke Bandung). Aji yang lakukan kerjaan teknis — Pak Yusuf yang ngomong sama pelanggan, kasih estimasi harga, terima uang.

Plus satu kucing oranye yang tinggal di bengkel sejak entah kapan. Tidak punya nama. Tahu kapan jam makan: pukul dua belas siang. Pak Yusuf kasih ikan tongkol potong yang dia beli setiap pagi di pasar.

Pelanggan Pak Yusuf macam-macam. Tukang ojek pangkalan langganan. Driver Grab yang motor-nya bermasalah. Anak-anak SMA yang motor RX-King-nya turun mesin. Bapak-bapak yang pulang kerja dari pabrik di Cengkareng yang motornya bocor ban.

Tarif Pak Yusuf adil — biasanya 30-40% lebih murah dari bengkel resmi. Quality work sama. Garansi: kalau dalam seminggu ada keluhan, bawa balik tanpa biaya.

Dia tidak pasang harga di papan. “Biar pelanggan rasa fair,” katanya. Beberapa pelanggan kaya bayar lebih kalau merasa kerja Pak Yusuf bagus — tip sukarela 20-30 ribu yang dia simpan untuk biaya kucing.

Saya pernah tinggalkan motor saya di bengkel Pak Yusuf untuk ganti rantai. Dua jam selesai. Bayar 180 ribu (rantai baru 130, ongkos 50). Saya tip 20 ribu. Pak Yusuf menerima dengan kata sederhana: “Terima kasih, Mas. Kucing saya senang.”

Saya tertawa. Pak Yusuf juga tertawa pelan. Saya pulang dengan motor yang lebih halus, dan ingatan tentang bengkel yang merasakan bahwa pelanggan bukan customer, kucing yang tinggal di sana juga warga.


Pinggir Cisadane, Kardus Tertumpuk

Kuli Bangunan Proyek Karawaci

↑ Daftar isi