CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 12

TUKANG BAKSO MAMPANG SUBUH

Pak Saderi pikul gerobak bakso dari rumah ke Mampang setiap pukul tiga subuh. Jaraknya empat kilometer. Bukan kompetisi, hanya pekerjaan.

Pak Saderi tinggal di Kampung Baru, Tangerang. Setiap pukul tiga subuh, dia pikul gerobak bakso ke arah Mampang — empat kilometer dengan satu sepeda yang diikat ke gerobak supaya bisa pulang lebih cepat.

Anaknya tiga. Yang sulung kelas SMP, yang tengah kelas 4 SD, yang bungsu baru masuk TK. Istri Pak Saderi jualan kerupuk di pasar Cipondoh. Mereka tidak punya banyak. Mereka juga tidak komplain banyak.

Bakso Pak Saderi sederhana: kuah bening, daging cincang dengan tepung lebih banyak dari standar warung, mie kuning rebus, daun bawang. Sambel dia bikin sendiri. Harga: sepuluh ribu seporsi. Anak SD bisa makan. Pekerja kantoran bisa makan.

Pukul lima pagi dia sampai Mampang. Pukul setengah enam sudah jualan ke karyawan yang berangkat pagi. Pukul sembilan sudah selesai — biasanya 30-40 porsi. Untung bersih: 200-250 ribu.

Setelah jualan, Pak Saderi naik sepeda pulang. Gerobak di-titip di teman warung kopi yang sudah dia kenal sepuluh tahun. Dia bayar lima belas ribu sebulan untuk parkir gerobak — kontrak yang tidak tertulis tapi tidak pernah berubah harganya.

Sepeda pulangnya jam sepuluh pagi, sampai rumah jam setengah dua belas. Tidur dua jam. Bangun. Beli daging dan mie untuk besok. Bantu istri rapikan kerupuk. Tidur lagi pukul sembilan malam.

Pukul tiga subuh besoknya, gerobak bakso lagi.

Dia tidak baca berita. Tidak ikut media sosial. Tidak pernah merasa dirinya bekerja keras. Yang dia tahu: tiga anaknya makan tiga kali sehari. Yang sulung mau SMA tahun depan, mau ke SMA negeri.

Pak Saderi tidak punya cerita yang besar. Bakso sepuluh ribu juga bukan cerita yang besar. Tapi setiap pagi di Mampang, ada bakso sepuluh ribu yang dimasak oleh seseorang yang menyetir gerobak empat kilometer dari kampung yang Anda tidak tahu namanya.

Itu cerita juga. Walaupun kecil.


Pemulung Cikokol, Anak yang Sekolah di Kardus

Anak Sekolah Pulang ke Cilegon

↑ Daftar isi