SOPIR TRUK PASIR CILEGON-BSD
Pak Sahid sopir truk pasir, rute Cilegon-BSD setiap dua hari. Yang dia lihat dari kabin: kota yang dibangun, dan pasir yang habis di pantai utara.
DITULIS 24 MEI 2026 · 295 KATA
Pak Sahid sopir truk pasir. Rute fixed: tambang pasir di pesisir Cilegon ke proyek konstruksi BSD. Setiap dua hari sekali. Pertama berangkat pukul tiga subuh dari pool truk di Karang Tengah, sampai tambang Cilegon pukul setengah enam, muat pasir dua jam, balik ke BSD pukul tiga sore.
Truknya: Hino tronton 220 PS, kapasitas 18 ton. Dia bawa 14-16 ton per perjalanan (lebih dari itu kelebihan beban, kena tilang di tol).
Upah Pak Sahid: 1.1 juta per perjalanan. Per bulan: 15-17 juta gross (sekitar 22 perjalanan). Setelah dipotong setoran ke pemilik truk: 6-8 juta net.
Tinggal di mess pool truk — rumah kayu 20-an pria sopir, ranjang bertingkat, dapur bersama. Bayar 600 ribu sebulan untuk mess + makan dua kali sehari.
Yang Pak Sahid lihat dari kabin truk selama lima tahun rute ini:
Tambang Cilegon: pasir yang dia angkut adalah pasir pantai utara. Tahun pertama dia kerja, pantai itu cukup lebar untuk anak-anak main. Sekarang pantai itu sudah jadi paritl. Pasir di-keruk untuk konstruksi.
Tol Tangerang-Merak: tiap dua tahun ada perbaikan jalan baru. Kerusakan dari truk overload yang dia juga bagian. Dia tahu paradox ini.
BSD: lima tahun lalu, area yang dia datangi masih sawah. Sekarang sudah tower 30 lantai. Pasir yang dia angkut jadi pondasi tower itu.
Pak Sahid bilang ke saya: “Mas, saya bagian dari rantai. Pasir Cilegon hilang. Sawah BSD hilang. Tower naik. Saya yang menyetir. Saya tidak punya pilihan, tapi saya tahu apa yang saya lakukan.”
Anaknya 14 tahun, sekolah di SMP negeri Cilegon. Pak Sahid mau anaknya kuliah teknik sipil di UNTIRTA. “Biar dia yang desain bangunan, bukan yang setir truk pasir untuk bangun bangunan orang lain.”
Saya tinggalkan Pak Sahid di pool truk Karang Tengah. Dia akan istirahat sebelum perjalanan berikutnya. Truk kosong di-park di lapangan beton. Cuma butuh dua hari sebelum dia jalan lagi.
Antara Cilegon dan BSD, ada lintasan yang ditulis ulang setiap hari oleh pasir yang berpindah. Itulah cara kota tumbuh.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana