TUKANG LAS PINGGIR TOL
Pak Sahdi punya bengkel las di pinggir tol Karang Tengah. Tidak ada papan nama. Yang tahu, tahu. Pelanggannya: truk pasir yang knalpotnya jebol di tol.
DITULIS 29 MEI 2026 · 270 KATA
Bengkel las Pak Sahdi tidak punya papan nama. Sengaja. Dia tidak mau pelanggan walk-in dari Google Maps — mereka biasanya komplain banyak dan bayar telat.
Pelanggan Pak Sahdi: sopir truk yang truk-nya bermasalah di tol Karang Tengah. Knalpot lepas, bumper ringsek karena nyrempet, atau ban serep yang penyangganya jebol. Mereka tahu Pak Sahdi karena dari sopir ke sopir — informal directory yang sudah ada sejak Pak Sahdi buka tahun 2009.
Bengkel-nya: dua mesin las (satu lama, satu baru), satu kompresor angin, satu meja kerja besi yang sudah berkarat di sudut. Atap dari seng yang sudah bolong tapi belum diganti karena “masih kering kalau hujan gak dari arah barat”.
Pak Sahdi 50-an, badannya kurus, tangannya kuat. Dia kerja dari pukul tujuh pagi sampai pukul sepuluh malam. Tidak ada karyawan — dia kerja sendiri.
Tarif: 150-300 ribu per pekerjaan, tergantung kompleksitas. Pelanggan biasanya bayar cash karena tidak ada QRIS. Pak Sahdi tidak suka transaksi digital — “Ribet, Mas. Kelola HP saja saya gak bisa.”
Yang menarik: Pak Sahdi simpan buku catatan kecil yang dia tulis tangan. Isinya: nomor plat truk, jenis kerusakan, biaya, dan paraf sopir. Buku itu sudah jilid ke-empat sejak 2009. Dia simpan semua di rak di bengkel.
Saya tanya: “Pak, buat apa nyimpan catatan begini?”
Dia jawab: “Kalau ada truk yang sopirnya berbeda tapi plat-nya sama, saya tahu apakah saya pernah perbaiki. Kalau pernah, biasanya saya diskon 10%.”
Sopir tidak pernah tahu mereka dapat diskon karena sebelumnya truk yang sama sudah pernah ke bengkel. Pak Sahdi tidak ngumumkan.
“Loyalty itu bukan promosi, Mas. Loyalty itu memori. Kalau saya hafal Anda, saya akan beri Anda hadiah kecil.”
Saya tinggalkan bengkel Pak Sahdi dengan satu pelajaran yang tidak saya minta: ekonomi yang berjalan baik tidak selalu butuh aplikasi loyalty.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana