CERITA
TANGERANG

RISO ZINE · ED. PERTAMA · 2026

← Daftar isi

№ 19

PENJAGA PINTU AIR CISADANE

Pak Sumantri jaga pintu air bendungan Cisadane Sepuluh selama 32 tahun. Bukan birokrat. Bukan engineer. Hanya orang yang tahu kapan air harus dilepas.

Pak Sumantri jaga pintu air bendungan Cisadane Sepuluh — bendungan kecil di hulu Cisadane, di area Curug yang masih banyak sawah. Sudah 32 tahun.

Tugasnya: monitor ketinggian air, putar pintu air saat hujan deras tiba supaya tidak banjir di hilir, tutup pintu kalau air sudah turun. Manual. Pakai roda besi yang dia putar dengan dua tangan. Tidak ada sistem otomatis.

Gaji Pak Sumantri: 2.8 juta sebulan dari dinas pengairan. Plus rumah dinas (rumah kayu yang sudah ada sejak 1970-an), plus listrik dan air gratis.

Yang Pak Sumantri tahu lebih dari engineer manapun di Jakarta: bagaimana air Cisadane berubah selama 32 tahun. Dia tahu bahwa hujan deras di Bogor pukul tiga sore akan mencapai bendungan ini pukul tujuh malam. Dia tahu bahwa tinggi air maksimum di bendungan ini bisa menahan empat jam tambahan sebelum perlu lepas. Dia tahu bahwa kalau pintu air dilepas dengan terlalu cepat, hilir akan banjir; kalau terlalu lama, hulu yang akan banjir.

Pengetahuan ini tidak tertulis di manual. Pengetahuan ini hidup di tangan Pak Sumantri.

Tahun 2019, dinas mengirim engineer muda lulusan ITB untuk memodernisasi pintu air ke sistem otomatis. Engineer itu menghabiskan tiga bulan menganalisis, dan akhirnya merekomendasikan: pertahankan sistem manual dengan Pak Sumantri. Kenapa? Karena algoritma yang dia susun tidak bisa beat akurasi Pak Sumantri dalam memprediksi kapan harus buka pintu.

Engineer itu kembali ke Jakarta dengan laporan yang menyimpulkan: “Tacit knowledge operator tidak bisa di-replace tanpa kehilangan akurasi.”

Pak Sumantri tidak tahu bahasa itu. Dia hanya tahu bahwa engineer muda yang datang berbulan-bulan kemarin akhirnya minta dia ajari cara baca tanda-tanda hujan dari awan, cara dengar gemuruh air di hulu sebelum tiba.

Pak Sumantri pensiun tahun depan. Dia berharap ada penggantinya yang mau belajar 32 tahun, bukan tiga bulan.

Belum ada yang melamar.


Tukang Las Pinggir Tol

Tukang Tambal Sandal Curug

↑ Daftar isi