WARTAWAN KORAN LOKAL BANTEN
Pak Hasan wartawan koran lokal Banten selama 18 tahun. Tirasnya turun terus. Generasi baru baca berita di TikTok. Tapi dia tetap menulis.
DITULIS 30 MEI 2026 · 295 KATA
Pak Hasan kerja sebagai wartawan koran lokal Banten — Banten Pos, koran cetak yang terbit harian sejak 1998. Sekarang 2026, tirasnya tinggal 4.000 eksemplar dari peak 28.000 sepuluh tahun lalu. Sebagian besar pembaca: pemerintah daerah (langganan wajib), beberapa cafe lokal yang menyediakan koran untuk pelanggan, dan tetangga generasi tua di Cilegon yang masih merasa “baca koran cetak lebih menentramkan”.
Pak Hasan menulis kolom mingguan plus berita harian. Topiknya: politik lokal, ekonomi pelabuhan Merak, isu lingkungan kawasan industri Cilegon, profil pebisnis kecil di Tangerang Raya.
Gaji Pak Hasan: 4.5 juta sebulan. Plus uang transport per liputan (50-100 ribu per kunjungan), plus honor freelance kalau dia jual artikel ke media nasional (jarang, tapi pernah).
Anak Pak Hasan 22 tahun, kerja sebagai content creator TikTok dengan 50K followers. Per bulan, anaknya bisa dapat 8-15 juta dari endorsement. Lebih besar dari gaji Pak Hasan.
Mereka sering ngobrol di rumah tentang ini. Anaknya: “Pak, gimana kalau Bapak berhenti dari koran, bantu saya kelola konten TikTok? Saya bisa kasih bagi rata.”
Pak Hasan: “Nak, saya cinta menulis lengkap. Caption TikTok 200 karakter tidak akan kasih saya kepuasan yang sama.”
Anaknya mengerti, atau pura-pura mengerti. Mereka tidak argue lebih jauh.
Pak Hasan terus menulis. Tirasnya akan terus turun. Suatu hari nanti — mungkin 2030, mungkin 2035 — Banten Pos akan tutup. Pak Hasan mungkin pensiun sebelum itu, mungkin tidak.
Yang dia tahu: setiap minggu, dia tulis kolom yang dibaca empat ribu orang. Dari empat ribu, mungkin tiga ratus baca dengan teliti. Dari tiga ratus, mungkin lima puluh menyimpan dan berdiskusi.
Lima puluh orang per minggu yang serius baca tulisan saya, dia bilang ke saya saat saya wawancarai dia untuk zine ini. Lebih dari cukup untuk merasa hidupnya berarti.
Saya cukup. Tidak butuh viral.
Reportase serupa dari sektor lain: cerita 7 layoff startup BSD Q1 2026.
DITULIS OLEH Iqbal Maulana